Gejala Penyakit Sinusitis

Gejala Penyakit Sinusitis
Gejala Penyakit Sinusitis | Pernahkan anda atau si kecil mengalami pilek yang tak kunjung sembuh dengan ingus yang keluar berwarna kuning bahkan kehijauan? Disertai dengan kepala yang sering terasa sakit dan badan meriang? Jangan disepelekan, bisa jadi hal tersebut merupakan gejala sinusitis. Sinusitis termasuk penyakit umum yang menjangkiti segala usia. Sebelum membahas mengenai gejala sinusitis, terlebih dahulu mari kita ketahui apa itu sinusitis.

Sinus adalah rongga udara yang terdapat di daerah wajah yang langsung terhubung dengan hidung. Sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan yang melapisi organ sinus. Peradangan ini bisa disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Peradangan pada sinus dapat mengakibatkan penimbunan lendir pada rongga sinus dan menjadi media bagi pertumbuhan bakteri. Sinus berfungsi membuka lubang pada hidung dan membantu mengendalikan suhu dan kelembababan udara yang masuk ke paru-paru. Fungsi lainnya adalah untuk memastikan kepala anda tidak terlalu berat. Sinus membuka ruang sehingga kepala anda tidak menjadi berat. Terdapat empat pasang sinus di kerangka kepala manusia yaitu sinus maksilaris (terletak di pipi), sinus etmoidalis (kedua mata), sinus frontalis (terletak di dahi), dan sinus sfenoidalis (terletak di belakang dahi).
Umumnya sinusitis disebabkan karena infeksi virus flu atau pilek yang disebarkan sinus dari saluran pernapasan atas. Setelah flu atau pilek infeksi bakteri bisa terjadi, sehingga menyebabkan dinding dari sinus mengalami peradangan atau inflamasi. Gigi yang terinfeksi bisa juga membuat sinus terinfeksi. Peradangan atau infeksi sinus secara klinis dapat diedakan menjadi 3 jenis diantaranya:
  1. Sinustis Akut
    Peradangan sinus yang paling umum terjadi terutama pada anak. Gejala yang terjadi hampir mirip seperti pilek, batuk, hidung tersumbat, keluarnya ingus berwarna hijau tapi tidak disertai demam, dan nyeri wajah yang tidak hilang setelah 10-14 hari. Sinusitis akut biasanya berlangsung 4-8 minggu.
  2. Sinusitis Kronis
    Sinusitis kronis gejalanya akan serupa dengan sinusitis akut hanya saja masa berlangsungsungnya selama hampir lebih dari 8 minggu dan diperparah dengan munculnya rasa nyeri di bagian kepala. Pada sinusitis jenis ini sudah terjadi penebalan lapisan sinus dan timbulnya jaringan yang bersifat menghambat dan menghalangi yang disebut polip.
  3. Sinusitis Akut Kambuhan
    Sinusitis jenis ini gejalanya sama dengan sinusitis akut hanya saja seering kambuh. Biasanya dalam waktu satu tahun bisa kambuh sampai beberapa kali.
Peradangan sinus berdasarkan penyebab sinus dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
  • Rhinogenik (penyebab kelainan atau masalah di hidung), segala sesuatu yang menyebabkan sumbatan pada hidung dapat menyebabkan sinusitis, termasuk flu, rhinitis alergi (pembengkakan pada lapisan hidung), polip hidung (pertumbuhan kecil di lapisan hidung) atau septum menyimpang (pergeseran di rongga hidung).
  • Dentogenik/Odontogenik (penyebab kelainan gigi), yang sering menyebabkan sinusitis infeksi pada gigi geraham atas (pre molar dan molar).
Gejala Penyakit Sinusitis, diantaranya sebagai berikut:
  • Napas berbau/bau mulut
    Bau mulut berasal dari lendir berwarna yang terkumpul di sinus dan hidung yang menetes ke bagian belakang tenggorokan sehingga menimbulkan bau mulut.
  • Sakit kepala
    Sakit kepala yang terjadi disebabkan oleh adanya pembengkakan dan tekanan di wajah dari infeksi sinus. Penyumbatan dan peradangan di sinus secara otomatis akan mengencangkan otot-otot disekitar dahi dan bagian atas kepala.
  • Hidung tersumbat
    Gejala klasik sinusitis adalah hidung tersumbat. Meskipun hidung tersumbat juga merupakan gejala utama flu, cara untuk membedakannya adalah bahwa gejala sinusitis biasanya berlangsung lebih lama dari gejala flu.
  • Batuk berdahak
    Batuk berdahak sering menyertai infeksi sinus. Cairan mukosa hidung atau ingus ke bagian belakang tenggorokan menyentuh pita suara dan memicu iritasi terutama apabila terjadi terus menerus akan menyebabkan batuk berkepanjangan . Batuk dari infeksi sinus biasanya memburuk pada malam hari dan pagi hari. Sedangkan untuk batuk bronkitis lebih konsisten sepanjang hari dan malam hari.
  • Nyeri pada bagian wajah dan terasa sakit saat ditekan
    Nyeri pada wajah ketika ditekan dan bersandar ke depan atau memindahkan kepala dikarenakan adanya peradangan pada selaput sinus dan lendir mengganggu keseimbangan di kepala.
  • Demam
    Suhu tubuh meningkat dikarenakan sistem kekebalan tubuh sedang bersiap untuk melawan infeksi. Demam menjadi indikasi bahwa infeksi telah terjadi dalam waktu yang relatif lama. Tubuh berusaha untuk membunuh bakteri dengan meningkatkan suhu tubuh. Hal ini menunjukan bahwa sesuatu yang serius telah terjadi. Apabila demam memburuk sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
  • Berkurangnya daya pengecap dan penciuman
    Infeksi sinus akan mengganggu fungsi alami sinus sehingga menyebabkan berkurangnya rasa. Pergerakan udara di dalam sinus akan membantu volatil untuk menetap dan memberikan sinyal ke otak untuk membiarkan anda tahu apa yang anda cicicpi. Infeksi sinus dapat mengakibatkan menumpulnya indera perasa. Sinusitis yang tidak diobati akan menyebabkan rusaknya organ sinus dan menyebabkan masalah lain seperti infeksi telinga, kehilangan penglihatan, bahkan meningitis (jika bakteri menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang).
  • Lendir berwarna kuning kehijauan
    Jika anda mengalami sinus maka gejala yang timbul adalah hidung meler dan ingus yang keluar dari hidung berwarna kuning atau hijau serta berbau tajam.
  • Postanasal drip
    Postanasal drip yaitu keadaan tak nyaman di bagian belakang tenggorokan yang dikarenakan ingus yang mengalir dari hidung ke bagian belakang tenggorokan sehingga tenggorokan akan terasa gatal.
Pengobatan untuk sinusitis dilakukan berdasarkan penyebab sinusitis itu sendiri. Sinusitis yang disebabkan oleh virus biasanya diobati dengan memberikan obat penghilang rasa nyeri seperti parasetamol dan dekongestan. Pemberian dekongestan dan mukolitik dapat membantu untuk melancarkan drainase cairan mukus. Pada kasus yang kronis dapat dipertimbangkan melakukan drainase cairan mukus dengan cara pembedahan. Sedangkan sinustis yang disebabkan oleh bakteri umumnya diobati dengan menggunakan antibiotika. Pemilihan antibiotik untuk pengobatan sinusitis berdasarkan jenis bakteri yang menginfeksi. Beberapa bakteri yang sering menginfeksi sinus diantaranya: Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyntuogenes. Antibiotik yang dipilih harus dapat membunuh kelima jenis bakteri tersebut. Beberapa pilihan antibiotik seperti amoxilin, cefaclor, azithromycin, cotromoxazole dapat diberikan. Jika tidak ada perbaikan dalam lima hari maka perlu dipertimbangkan untuk memberikan amoxilin plus asam klavulanat. Pemberian antibiotik dianjurkan minimal 10-14 hari.
Demikian artikel tentang penyebab dan gejala penyakit sinusitis. Semoga bermanfaat.



Artikel Ciri Gejala Penyakit Lainnya :

Scroll to top